Kepercayaan

Hal yang pernah saya capai untuk sekarang ini adalah “kepercayaan” dimana sulit mendapatkan kepercayaan dari orang tua.

Semasa saya kecil saya sangat nakal dan bandel, mencurilah, makan disekolah tanpa bayarlah dan masih banyak hal yang kenakalan tak dapat di hitung.

Cuman ada satu kesalahan yang sangat patal dalam, pada hari itu pas selesai sholat magrib, ada teman yang mencopet laser tetangga dan dia yang mengambil atau mencuri laser tersebut dan ketemu sama saya, dan disuruhnya saya untuk memegang laser tersebut agar tidak terlalu mencurigakan, tidak lama kemudia keesokan harinya ibunya yang punya laser tersebut mencari siapa yang main laser tadi malam, terus dia datang kerumah saya, dan saya mencoba mengelak karena saya juga punya laser tapi sudah rusak alhasil saya juga tidak mengaku, dan si ibu yang punya laser pulang dan saya langsung dikurung dalam kamar, saya di tampar ditedang semua saya rasakan dan akhirnya saya mengaku, dan menceritakan kronologis apa yang terjadi, dan setelah itu apa yang terjadi saya di usir dari rumah tanpa baju satu pun dibadan, saya menangis sedih dan menatap masa depan apa yang harus saya lakukan kedepan nya, tapi ada sang ibu penyelamat, dan menyuruh untuk sekolah, mulai dari situ saya tobat tapi belum dapat kepercayaan dari orang tua.

Lambat lalu waktupun berlalu dan mulai mendekatin orang tua dan mengabil hati meraka dengan cara membantu pekerjaannya, saya sholat dengan rajin, dan mereka melihat perubahan saya dan merakan pun mulai percaya dengan saya, apalagi ibu yang selalu percaya sama anak nya, dan selalu tau kalau anaknya sakit apa tidak melalui feling, itu terjadi kenyataan dari saya, dan terjadi sekarang.

PT Metrodata Electronics, Tbk.

PT. Metrodata Electronics, Tbk (“Perseroan”) merupakan salah satu perusahaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) terkemuka di Indonesia. Didirikan pada tanggal 17 Februari 1983 sebagai salah satu Perseroan dalam kelompok usaha METRODATA yang telah berkiprah di bidang TIK sejak tahun 1975. Sejak didirikan, Perseroan sempat mengalami perubahan nama beberapa kali dan terakhir pada tanggal 28 Maret 1991 namanya diubah menjadi PT. Metrodata Electronics, Tbk sampai sekarang.

Pada tanggal 14 Februari 1990, Perseroan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (IDX: MTDL) sebagai salah satu usaha untuk mendapatkan modal kerja dan modal investasi dan juga dalam usaha untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk dapat ikut ambil bagian dalam perkembangan Perseroan.

Saat ini Perseroan bermitra dengan perusahaan TIK kelas dunia, di antaranya Adobe, AMD, APC, ASUS, Autodesk, Avaya, Aztech, Blue Coat, BMC Software, Check Point, Cisco, Citrix, CommVault, Dell, D-Link, Double-Take, EC-Council, EMC, Emerson Network Power, EPSON, F5, FalconStor, Fortinet, Fuji Xerox, Fujitsu, Hitachi Data Systems, HP, IBM, Infor, Intel, Juniper, K2, Lenovo, LiteOn, Logitec, Microsoft, NComputing, NetApp, Oracle, OrangE, Panasonic, Pearson Vue, Prometric, Qlik, Remedy, Riverbed, Ruckus, Salesforce, Samsung, SAP, Splunk, Stratus, Symantec, Thonet & Vander, Trend Micro, VMware, WebMethods dan ZTE.

Dengan pengalaman lebih dari 40 tahun di bidang TIK, METRODATA selalu menyertai perjalanan bisnis para pelanggannya. Tangan-tangan profesional setiap karyawan METRODATA terus berkarya menghasilkan inovasi untuk menjawab tantangan perubahan zaman.

Sejalan dengan perkembangan bisnis, Perseroan melakukan terobosan melalui usaha patungan maupun pendirian anak usaha. Di tahun 2008, Perseroan mengakuisisi Soltius Asia Pte Ltd, yang merupakan perusahaan konsultan SAP yang sudah mapan. Soltius Asia Pte Ltd adalah pemilik PT Soltius Indonesia yang kini telah menjadi salah satu entitas anak Perseroan dalam kelompok METRODATA.

Perseroan juga membeli sebesar 37,21% kepemilikan saham PT Xerindo Teknologi, sebuah perusahaan dengan keahlian di bidang perencanaan radio, instalasi, pengujian/commisioning, perawatan dan sebagainya.

Pada tanggal 28 Januari 2011, Perseroan mendirikan entitas anak yaitu PT My Icon Technology yang memiliki bidang usaha utama yaitu Information & Communication Technology Retail (ICT Retail) meliputi modern store, e-commerce dan shop in shop dengan menyediakan produk-produk ICT secara ritel dan langsung kepada konsumen selaku pengguna akhir.

Pada tanggal 26 September 2011, Perseroan melakukan pengembangan bisnis melalui usaha patungan dengan Synnex Technology International Corp (Synnex), sebuah perusahaan Taiwan. Synnex merupakan pemain ketiga terbesar di dunia (dan terbesar di Asia) dalam bisnis distribusi produk teknologi informasi komunikasi.

Pada tanggal 4 Januari 2012, Perseroan mendirikan PT Logicalis Metrodata Indonesia sebagai usaha patungan dengan Logicalis Singapore Pte Ltd. Usaha patungan ini memiliki usaha utama solusi dan jasa yang terintegrasi di bidang teknologi informasi dan komunikasi khususnya di bidang solusi dan jasa jaringan.

METRODATA merupakan satu-satunya perusahaan TIK yang tercatat dalam Indonesia Fortune 100, dan menerima penghargaan bergengsi dari media lainnya seperti The Best 50 Companies – Majalah Forbes Indonesia, The Most Powerfull & Valuable Company – Majalah Warta Ekonomi, Top Issuer – Majalah Investor dan Asia’s Best Companies 2015 (Best Small-Cap category) – Majalah FinanceAsia.

 

http://www.metrodata.co.id/about

Sikap menghargai seseorang

ini cerita tentang cinta segitiga, dimana antara aku dan sahabat deket ku,pada saat kelas satu ini aku bersahabat dengan teman seorang cewek yang dekat sekali dengan ku, yang menjadi sahabat ku sekarang ini, dikelas X kami bersahabat seperti anjing dan kucing saja, kalau bertemu ada aja yang di ledekin sehingga temen-temen satu kelas meledek ku kalian laki bini nag baribut manjang, hadowsss, apa boleh buat itulah kenyataannya.

setelah itu kami naik kelas XI dimana kami memlilih jurusan yang sama dan diletakkan satu dimana dia juga jurusan IPA dan lagi lagi kami satu kelas, terus pas di kelas XI IPA1 dimana selalu kami menjadi ribut apa yang terjadi semua pada melihat kami berantem dalam hal yang sepele padahal itu tidak lah peting, dimana setiap ketemu saya selalu meledek bahwa orang padang kikir pelit dia membalas mana ada woi, emang kenyataan woi, di mulai lah pertengkaran yang gak jelas itu, mulai dari meminjam pulpen, cacatan, dll, dan di kelas XI ini lah bersahabat dengan temen cowok dimana cowok ini suka dengan si cewek ini,

setelah naik ke kelas XII IPA2 ini pas di kelas XII kami di acak berbeda dengan di kelas XI dimana murid yang pintar-pintar dikumpulkan, pas di kelas XII kami bertiga satu kelas lagi dan dimana sahabat cowok ini suka dengan cewek sahabat saya lagi, singkat cerita pada hari sore itu hari hujan dan sahabat cowok saya ini di rumah saya dimana dia sudah di anggap saudara, pas hujan terus tidak ada kerjaan aku menanyakan, kamu suka dengan cewek ini kan ?? dia tersipu malu, dan saat itu juga dia mulai lengah, saya ambil hp nya dan saya sms itu cewek, dan sepik-sepik seperti nanya gitu sama itu cewek, singkat cerita saya menembak cewek itu dengan hp si cowok ini tadi dan bahwa si cowok itu yang menembak dia, dan setelah itu cewek itu gak percaya terus si cewek mintak pembuktian bahwa kalau emg suka dengan saya silahkan tembak saya di sekolah besok, pas besok nya si cowok membutikan itu semua dan akhirnya mereka jadian.

singkat cerita, setelah mereka jadian mereka malah sering bertengkar satu dengan lainnya, itu cuman gara-gara saya, jadi saya bilang keceweknya, jarang-jarang sms saya, dan saya pun punya ide yaitu deket pura-pura deket dengan cewek, dan emang sih ada rasa dikit sama itu cewek yang di dekatin, dan lamban lalu si cewek sahabat saya ini mulai menjauh, dan mereka agak mulai reda bertengkarnya, saya bersyukur mereka mulai menyatu karena mungkin bagi saya si cowok ini lebih baik dari saya dan apabila saya jadian sama dia mungin saya akan main-main saja jadi sama si cewek ini dan mencoba mengalah dan menghargain temen saya yang cowok yang saya bilang jangan sampai gak jadi, jaga dia baek-baek, dan sampai sekarang si cowok masih bertemu dan sudah seperti keluaraga bagi saya dan juga bagi ketika meminta bantuan kalau dia ada deket sana dia pasti akan bantu, dan juga sahabat sudah seperti keluarga bagi saya di jambi aku akan selalu ingat kalian “I LOVE YOU”, dan si cewek miss komunikasi sekarang semoga saja dia bahagia sekarang, aamiin.

Profil Perusahaan yang Bergerak dalam Bisnis Informatika

PROFIL PERUSAHAAN

Deskripsi Umum Perusahaan
Nama Perusahaan : Warnet Link
Tanggal berdiri : 2009
Alamat Perusahaan : Jln. Gang Masjid, Poris Pelawad Tangerang
Jumlah Karyawan : 2 orang

Riwayat Perusahaan
Warnet Link adalah sebuah perusahaan kecil yang bergerak di bidang Informatika. Perusahaan yang baru berusia 6 tahun ini hanya memiliki 2 orang karyawan, 1 orang sebangai cashier dan 1 orang pemilik yang langsung turun tangan menangani permasalahan-permasalahan apabila ada pertanyaan dari customer. Perusahaan ini terdapat di Poris Pelawad.
Jenis Usaha yang Dikelola
Pada umumnya warnet Link tidak jauh berbeda dengan warnet-warnet lainnya. Link sebagai penyedia Jasa untuk melayani jasa browsing, emailing, Chatting, Gaming dan Printing.
KEADAAN PERUSAHAAN

Lingkungan Perusahaan
Masih jarangnya perusahaan warnet yang beroperasi di daerah ini menjadi salah satu pertimbangannya dalam memutuskan untuk membangun perusahaan di daerah tersebut. Usaha Warnet adalah usaha yang tidak mengenal jaman, karena kebutuhan akan warnet dan game online ibarat kebutuhan pemain bola terhadap lapangan bola yang berkualitas. Di daerah ini merupakan daerah perkampungan tetapi ramai dengan anak-anak kecil yang suka bermain game online
Omset Perusahaan
Dalam wawancara kali ini pemilik hanya memberikan informasi somset secara garis besar saja tidak secara rinci. Kira-kira omset yang di dapat pebulan mencapai 10 juta bila warnet ramai.

ASPEK PERUSAHAAN

Fasilitas dan Peralatan
Dalam kegiatan usaha ini pemilik memiliki fasilitas yang diperoleh dari modal sendiri, yaitu sebagai berikut :
1. 10 Monitor dan perangkat-perangkatnya
2. Modem sebagai jaringan penghubung ke Internet
3. Printer
4. Ruangan Bersih
5. Memiliki Pendingin ruangan (AC)

Jam Operasional
Berikut rincian waktu bekerja pada perusahaan warnet tersebut:
Hari : Senin – Minggu
Waktu : 1. 08.00 – 21.00 WIB
2. 09.00 – 22.00 WIB (khusus hari sabtu dan minggu)
.
http://deocta8.blogspot.com/2014/09/profil-perusahaan-yang-bergerak-dalam.html

KOMENTAR
Awalnya warnet link adalah perusahaan bisnis informatika yang kecil seperti warnet lainnya namun dengan pemiliknya yaitu Mas Gunawan yang mengerti bidang informatika usaha ini semakin lama semakin dikembangkan dalam bidang jasa dan layanan yang ditawarkan. Dengan lokasi yang lumayan diminati oleh anak-anak yang bersekolah SD dan SMP karena disini kebanyakan anak-anak SD dan SMP.

Lokasinya yang cukup strategis karena tidak ada warnet yang menjadi saingan karena jarak anatara warnet satu ke satu lagi sangat jauh dan sudah beda blok. Warnet ini memiliki fasilitas yg baik dan jasa serta layanan yang ditawarkan cukup lengkap, omset dari perusahaan ini mungkin saja nantinya akan lebih dari Rp.10.000.000 rupiah perbulannya. Penjaga warnet dan pemiliknya juga sangat ramah kepada orang yang bermain.

ASPEK KEUANGAN

  1. PENGERTIAN ASPEK KEUANGAN

Investasi yang dilakukan dalam berbagai bidang bisnis (usaha)n sudah barang tentu memerlukan sejumlah modal (uang),di samping keahlian lainnya. Modal yang digunakan untuk membiayai suatu bisnis, mulai dari biaya prainvestasi, biaya investasi dalam aktiva tetap, hingga modal kerja.

Untuk memenuhi kebutuhan investasi, modal dapat dicari dari berbagai sumber dana yang ada. Sumber dana yang dicari dapat dipilih, apakah dengan cara menggunakan modal sendiri atau modal pinjaman (modal asing). Penggunaan masing-masing modal tergantung dengan tujuan penggunaan modal, jangka waktu serta jumlah yang diinginkan perusahaan. Masing-masing modal memiliki keuntungan dan kerugian. Hal ini dapat dilihat dari segi biaya, waktu, persyaratan untuk memperolehnya, dan jumlah yang dapat dipenuhi.

Masalah yang perlu memperoleh perhatian berkaitan dengan perolehan modal adalah masa pengembalian modal dalam jangka waktu tertentu. Tingkat pengembalian ini tergantung dari perjanjian dan estimasinkeuntungan yang diperoleh dari masa-masa mendatang. Estimasi keuntungan diperoleh dari selisih pendapatan dengan biaya dalam suatu periode tertentu. Besar kecilnya keuntungan sangat berperan dalam pengembalian dana suatu usaha. Oleh karena itu, perlu dibuatkan estimasi pendapatan dan biaya sebelum usaha dijalankan. Semua itu tentunya menggunakan asumsi-asumsi tertentu yang akhirnyaa akan dituangkan dalam aliran kas (cash flow) perusahaan selama periode usaha.

Dengan dibuatnya aliran khas perusahaan, kemudian dinilai kelayakan investasi tersebut melalui kriteria kelayakan investasi. Tujuannya adalah untuk menilai apakah investasi ini layak atau tidak dijalankan dilihat dari aspek keuangan. Alat ukur untuk menentukan kelayakan suatu usaha berdasarkan kriteria investasi dapat dilakukan melalui pendekatan payback Periode (PP), Average Rate of Return (ARR), Net Present Value (NPV), Iternal Rate of Return (IRR), Profitability Index (PI), dan Break Event Point.

Khusus bagi perusahaan yang sudah ada sebelumnya dan hendak melakukan ekspansi atau perluasan usaha, penilaian dapat pula dilakukan dari laporan keuangan yang dimilikinya. Laporan keungan yang dinilai biasanya adalah neraca dan laporan laba/rugi untuk beberapa periode. Metode penilaian yang digunakan adalah dengan meggunakan rasio-rasio keuangan tertentu seperti rasio likuiditas, rasio leverage, rasio aktivitas, rasio rentabilitas, serta rasio keuangan lainnya.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa aspek keuangan merupakan aspek yang digunakan untuk menilai keuangan perusahaan secara keseluruhan. Aspek ini sama pentingnya dengan aspek lainnya, bahkan ada beberapa pengusaha menganggap justru aspek inilah yang paling utama untuk dianalisis karena dari aspek ini tergambar jelas hal-hal yang berkaitan dengan keuntungan perusahaan, sehingga merupakan salah satu aspek yang sangat penting untuk diteliti kelayakannya.

Secara keseluruhann penilaian dalam aspek keuangan meliputi hal-hal seperti :

  1. Sumber-sumber dana yang akan diperoleh.
  2. Kebutuhan biaya investasi.
  3. Estimasi pendapatan dan biaya investasi selama beberapa periode termasuk jenis-jenis dan jumlah biaya yang dikeluarkan selama umur investasi.
  4. Proyeksi neraca dan laporan laba/rugi untuk beberapa periode
  5. Kriteria penilaian investasi.
  6. Rasio keuangan yang digunakan untuk menilai kemampuan perusahaan.
  1. KOMPONEN BIAYA ANGGARAN

Untuk mendanai suatu kegiatan investasi, maka biasanya diperlukan dan ayang relatif cukup besar. Perolehan dana dapat dicarin dari berbagai sumber dana yang ada seperti dari modal sendiri atau dari modal pinjaman atau keduanya. Pilihan apakah menggunakan modal sendiri atau modal pinjaman atau modal gabungan dari keduanya tergantung dari jumlah modal yang dibutuhkan dan kebijakan pemilik usaha. Pertimbangannya tidak lain adalah untung ruginya jika menggunakan salah saatu modal atau dengan modal gabungan.

Setelah jumlah dana yang dibutuhkan diketahui, selanjutnya yang perlu ditentukan adalah dalam bentuk apa dana tersebut didapat, yang jelas, yang akan dipilih adalah sumber dana yang mempunyai biaya paling rendah dan tidak menimbulkan masalah bagi perusahaan.

Penggunaan kedua jenis modal baik untuk modal investasi maupun untuk modal kerja jelas berbeda. Dilihat dari segi sumber asalnya, modal dibagi dua macam, yaitu :

  1. Modal Asing (Modal Pinjaman)

Modal asing atau modal pinjaman merupakan modal yang diperoleh dari pihak luar perusahaan dan biasanya diperoleh secara pinjaman. Menggunakan pinjaman untuk membiayai suatu usaha akan terkena beban biaya, yaitu biaya administrasi, provisi, dan komisi, serta bunga yang besarnya relatif. Kemudian adanya kewajiban untuk mengembalikan pinjaman setelah jangka waktu tertentu sesuai perjanjian sebelumnya. Perolehan modal asing juga relatif sulit karena diperlukan syarat-syarat tertentu sesuai dengan kebijakan pemilik dana.

Keuntungan modal pinjaman adalah jumlahnya yang relatif tidak terbatas, artinya tersedia dalam jumlah banyak. Disamping itu dengan mengguynakan modal pinjaman biasanya timbul motivasi dari pihak manajemen untuk sungguh-sungguh mengejakan usaha yang dijalankan.

Sumber dana modal asing dapat diperoleh antara lain dari :

  1. Pinjaman dari dunia perbankan.
  2. Pinjaman dari lembaga keuangan seperti perusahaan modal ventura, asuransi, leasing, dana pensiun, atau lembaga keuangan lainnya.
  3. Pinjaman dari perusahaan nonbank.
  4. Modal Sendiri

Modal sendiri adalah modal yang diperoleh dari pemilik perusahaan dengan cara mengeluarkan saham baik secara tertutup atau terbuka. Tertutup artinya hanya dari kalangan internal pemilik saham sebelumnya, sedangkan terbuka dengan menjual saham kepada masyarakat luas.

Keuntungan menggunakan modal sendiri untuk membiayai sesuatu usaha adalah tidak adanya beban bunga seperti modal pinjaman. Perusahaan hanya berkewajiban membayar deviden.

Perolehan dana dari modal sendiri biasanya berasal dari :

  1. Setoran dari pemegang saham.
  2. Dari cadangan laba ;atau
  3. Dari laba yang belum dibagi.
  1. PENYUSUNAN ANGGARAN INVESTASI

Investasi adalah penanaman modal dalam suatu kegiatan yang memiliki jangka waktu relatif panjang dalam berbagai bidang usaha. Jangka waktu investasi biasanya lebih dari satu tahun, terutama digunakan untuk pembelian aktiva tetap.

Komponen yang terkandung dalam biaya kebutuhan investasi biasanya disesuaikan dengan jenis usaha yang dijalankan. Secara garis besar biaya kebutuhan investasi meliputi : biaya prainvestasi, biaya aktiva tetap, dan biaya operasi.

Secara umum komponen biaya kebutuhan investasi adalah sebagai berikut :

  1. Biaya prainvestasi terdiri dari :
  2. Biaya pembuatan studi
  3. Biaya pengurusan izin-izin
  4. Biaya pembelian aktiva tetap seperti :
  5. Aktiva tetap berwujud antara lain : tanah, mesin-mesin, bangunan, perlatan, inventaris kantor dan aktiva berwujud lainnya.
  6. Aktiva tetap tidak berwujud antara lain : goodwill, hak cipta, lisensi, dan merk dagang
  7. Biaya operasional yang terdiri dari:
  8. Upah dan gaji karyawan
  9. Biaya listrik
  10. Biaya telepon dan air
  11. Niaya pemeliharaan
  12. Pajak
  13. Premi asuransi
  14. Biaya pemasaran, dan
  15. Biaya-biaya lainnya.

Sumber pembiayaan untuk memenuhi kebutuhan investasi dapat digunakan modal sendiri atau modal pinjaman atau kombinasi dari keduanya. Pembiayaan untuk membeli aktiva tetap biasanya bersumber dari pinjaman jangka panjanga, hal ini disebabkan aktiva tetap digunakan dalam jangka waktu relatif panjang pula, sehingga pengembalian pinjamannya pun dapat dilakukan secara jangka panjang. Adapun untuk biaya operasional biasanya digunakan pinjaman jangka pendek.

  1. ARUS KAS (CASH FLOW)

Cash Flow merupakan arus kas atau aliran kas yang ada di perusahaan dalam suatu periode tertentu. Cash flow menggambar beberapa uang yang masuk ke perusahaan dan jenis-jenis pemasukan tersebut. cash flow juga menggambarkan berapa uang yang keluar serta jenis-jenis biaya yang dikeluarkan.

Laporan perubahan kas (cash flow statement) disusun untuk menunjukkan perubahan kas selama satu periode tertentu serta memberikan alasan mengenai perubahan kas tersebut dengan menunjukkan dari mana sumber-sumber kas dan penggunaan-penggunaannya. Pada saat kita menganalisis perkiraan arus kas di masa datang, kita berhadapan dengan ketidakpastian. Akibatnya, hasil perhitungan diatas kertas itu dapat menyimpang jauh dari kenyataannya. Ketidakpastian itu dapat menyebabkan berkurangnya kemampuan untuk development proyek tersebut dalam beroperasi untuk menghasilkan laba bagi perusahaan.

Jenis-jenis cash flow yang dikaitkan dengan suatu usaha terdiri dari :

  1. Initial cash flow atau lebih dikenal kas awal yang merupakan pengeluaran pada awal periode untuk investasi
  2. Operasional cash flow merupakan kas yang diterima atau dikeluarkan pada saat operasi usaha.
  3. Terminal cash flow merupakan uang kas yang diterima pada saat usaha tersebut berakhir.
  1. KRITERIA PENILAIAN INVESTASI

Seperti sudah dijelaskan sebelumnya bahwa untuk menentukan layak tidaknya suatu investasi ditinjau bdari aspek keuangan perlu dilakukan dapat diukur dengan beberapa kriteria. Setiap penilaian layak diberikan nilai yang standart untuk usaha yang sejenis dengan cara membandingkan dengan rata-rata industri atau target yang telah ditentukan.

Adapun kriteria yang biasa digunakan untuk menentukan kelayakan suatau usaha atau investasi adalah :

  1. Payback Period (PP)
  2. Average Rate of Return (ARR)
  3. Net Present Value (NPV)
  4. Iternal Rate of Return (IRR)
  5. Profitability Index (PI)
  6. Serta berbagai rasio keuangan seperti rasio likuiditas, solvabilitas, aktivitas, dan profibilitas. Penggunaan rasio ini sebaiknya digunakan atas pemberian pinjaman kepada usaha yang sudah pernah berjalan sebelumnya atau sedang berjalan.
  1. RASIO-RASIO KEUANGAN

Terkait dengan studi kelayakan bisnis, laporan keuangan digunakan untuk menilai perusahaan yang sudah berjalan beberapa periode. Tujuananya adalah untuk menilai apakah layak usaha baru tersebut dibiayai dan berapa besar pembiayaan yang dibutuhkan. Dari laporan keuangan ini juga tergambar kinerja manajemen masa lalu yang sekaligus merupakan gambaran kinerja kedepan. Laporan yang disajikan akan dinilai melalui rasio-rasio keuangan yang ada, sehingga akan mengetahui kondisi keuangan perusahaan yang sesungguhnya.

Dalam praktiknya, pembuatan laporan keuangan ditujukan untuk memnuhi kepentingan berbagai pihak di samping pihak manajemen dan pemilik perusahaan itu sendiri. Masing-masing pihak memiliki kepentingan dan tujuan tersendiri terhadap laporan keuangan yang diberikan oleh perusahaan.

Adapun pihak yang berkepentingan terhadfap laporan keuangan perusahaan sebagai berikut :

  1. Kreditur
  2. Pemegang Saham
  3. Pemerintahan
  4. Manajemen
  5. Karyawan

Jenis-jenis Laporan Keuangan, Laporan keuangan yang disajikan haru sesuai dengan pedoman yang telah ditetapkan. Artinya laporan keuangan dibuat sesuai dengan standart yang telah ditentukan

  1. Neraca

Neraca merupakan laporan yang menunjukkan posisi keuangan perusahaan paa tanggal tertentu. Posisi keuangan dimaksudkan adalah posisi aktiva (harta) dan pasiva (kewajiban dan ekuitas) suatu perusahaan.

  1. Laporan Laba/Rugi

Laporan Laba/Rugi merupakan laporan keuangan yang menggambarkan hasil usaha dalam suatu periode tertentu

  1. Laporan Arus Kas

Laporan arus kas merupakan laporan yang menunjukkan semua aspek yang berkaitan dengan kegiatan prusahaan, baik yang berpengaruh langsung atau tidak langsung terhadap kas.

  1. PROYEKSI NERACA DAN LAPORAN LABA/RUGI

Disamping membuat cash flow prusahaan juga diminta untuk membuat proyeksi laporan keuangannya utnuk beberapa periode (biasanya seumur proyek) proyeksi laporan keuangan yang dibuat adalah neraca dan laporan laba/rugi.

Dari proyeksi neraca yang akan tergambar berapa harta perusahaan, baik harta lancar, harga tetap, atau harga lainnya. Kemudian juga akan tergambar berkewajiban baik jangka pendek maupun jangka panjang serta modal yang dimiliki dari periode akan tergambar apakah ada perubahan dan kalau ada pos-pos apa saja yang berubah, sehingga dapat dianalisis mengapa terjadi perubahan.

Untuk lebih memahami neraca dan laporan laba/rugi ada baiknya kita mengulang kembali pengertian dan komponen-komponenapa saja yang terdapat dalam dua laporan keuangan yaitu neraca (Income Statement) dan Laporan laba/rugi.

  1. PENGUKURAN DENGAN RASIO KEUANGAN

Agar laporan keuangan yang disajikan dapat diartiksn dari angka-angka yang ada di laporan keuangan, maka perlu dianalisis. Alat analisis yang dapat digunakan adalah rasio-rasio keuangan.

Rasio keuangan merupakan suatu cara yang membuat perbandingan data keuangan perusahaan sehingga menjadi berarti. Rasio keuangan menjadi dasar untuk menjawab beberapa pertanyaan penting mengenai keadaan keuangan suatu perusahaan.dengan menganalisis laporan keuangan yang menggunakan alat-alat ukur melalui rasio keuangan, maka seorang manajer bisa mengambil keputusan mengenai keuangan perusahaan untuk masa yang akan datang.

Kriteria unuk menentukan apakah posisi keuangan suatu perusahaan sehat atau tidak dapat diklasifikasikan menjadi lima macam rasio keuangan (Warsono, 2003:32) yaitu:

  1. Rasio Likuiditas

Rasio-rasio likuiditas (liquidity ratio) adalah suatu rasio keuangan yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban-kewajiban jangka pendeknya. Rasio ini terdiri dari:

  1. Current Ratio yaitu membandingkan antara total aktiva lancar dengan kewajiban lancarnya.
  2. Quick Ratio yaitu dihitung dengan mengurangkan persediaan dari aktiva   lancar dan kemudian membaginya dengan kewajiban lancar
  3. Rasio Akivitas

Rasio aktivitas adalah rasio keuangan yang mengukur bagaimana perusahaan secara efektif mengelola akiva-aktivanya. Rasio ini digunakan untuk melihat seberapa besar tingkat aktiva tertentu yang diiliki perusahaan. Rasio aktivitas dapat diukur dengan rasio inventori turnover/ ITO dan perputaran aktiva total (Total asset turnover/ TATO)

  • ITO yaitu dihitung dengan membagi penjualan dengan persediaan
  • Total asset turnover mengukur perputaran dari semua aset perusahaan dan dihitng dengan cara membagi penjualan dengan aktiva total.
  1. Rasio Leverage / rasio Solvabilitas

Rasio leverage adalah rasio keuangan yang digunakan untuk mengukur hingga sejauh mana aktivitas operasionl perusahaan dibiayai oleh hutang. Rasio leverage dapat menggunakan dua ukuran, yaitu rasio utang terdapat ekuitas (debt to equity ratio / DER)

  • DR (Debt ratio) mngukur prosentase dana yang disediakan oleh kreditur terhadap aktiva total yang dimiliki perusahaan.
  • DER diukur dengan cara mebandingkan antara utang jangka panjang (long term debt) perusahaan dengan modal ekuitas (stock equity)
  1. Rasio Profitabilitas

Rasio profitabilitas mengukur seberapa besar kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan.

Untuk megukur profitabilitas suatu perusahaan dapat dilakukan dengan lima macam rasio, yaitu gross profit margin, net operating profit mrgin, net profit margin, return on investmen, return on equity.

  • Gross profit margin merupakan perbandingan antara laba kotor dengan penjualan.
  • Net operating profit margin merupakan rasio perbandingan antara laba operasi bersih (earning before interest and taxes / EBIT) dengan penjualan.
  • Margin laba bersih (Net profit margin) merupakan rasio perbandingan antara leba bersih Setelah pajak (earning after taxes / EAT).
  • Rasio pengembalian atas ekuitas (ROE) mrupakan perbandingan antara laba tersedia bagi para pemegang saham biasa (EACS), dengan ekuitas saham (modal saham biasa).

KESIMPULAN

  1. Tujuan menganalisis aspek keuangan dari suatu studi kelayakan bisnis adalah untuk menentukan rencana investasi melalui perhitungan biaya dan manfaat yang di harapkan dengan membandingkan antara pengeluaran dan pendapatan.
  2. Secara keseluruhann penilaian dalam aspek keuangan meliputi hal-hal seperti :
  3. Sumber-sumber dana yang akan diperoleh.
  4. Kebutuhan biaya investasi.
  5. Estimasi pendapatan dan biaya investasi selama beberapa periode termasuk jenis-jenis dan jumlah biaya yang dikeluarkan selama umur investasi.
  6. Proyeksi neraca dan laporan laba/rugi untuk beberapa periode
  7. Kriteria penilaian investasi.
  8. Rasio keuangan yang digunakan untuk menilai kemampuan perusahaan
  9. Dilihat dari segi sumber asalnya, modal dibagi dua macam, yaitu :
  10. Modal asing atau modal pinjaman merupakan modal yang diperoleh dari pihak luar perusahaan dan biasanya diperoleh secara pinjaman.
  11. Modal sendiri adalah modal yang diperoleh dari pemilik perusahaan dengan cara mengeluarkan saham baik secara tertutup atau terbuka.
  12. Secara umum komponen biaya kebutuhan investasi adalah sebagai berikut :
  13. Biaya prainvestasi terdiri dari : Biaya pembuatan studi dan Biaya pengurusan izin-izin
  14. Biaya pembelian aktiva tetap seperti : Aktiva tetap berwujud dan Aktiva tetap tidak berwujud.
  15. Biaya operasional yang terdiri dari: Upah dan gaji karyawan, Biaya listrik, Biaya telepon dan air, biaya pemeliharaan, Pajak, Premi asuransi, Biaya pemasaran, dan Biaya-biaya lainnya.
  16. Jenis-jenis cash flow yang dikaitkan dengan suatu usaha terdiri dari :
  17. Initial cash flow.
  18. Operasional cash flow.
  19. Terminal cash flow.
  20. Adapun kriteria yang biasa digunakan untuk menentukan kelayakan suatau usaha atau investasi adalah :
  21. Payback Period (PP)
  22. Average Rate of Return (ARR)
  23. Net Present Value (NPV)
  24. Iternal Rate of Return (IRR)
  25. Profitability Index (PI)
  26. Serta berbagai rasio keuangan seperti rasio likuiditas, solvabilitas, aktivitas, dan profibilitas.
  27. Analisis rasio keungan dan jenis-jenisnya sbb:
  28. Rasio Likuiditas
  29. Rasio Akivitas
  30. Rasio Leverage / rasio Solvabilitas
  31. Rasio Profitabilitas

KESABARAN DAN KEIKHLASAN

Dalam ceritakan ini kitak akan membahas tentang apa itu yang namanya kesabaran dan ikhlas, banyak orang didunian ini mendefisinikan ikhlas dan sabar itu hampir sama, padahal sabar dan ikhlas itu sangat jaug perbedaannya berikut sebuah kisah nyata dalam sebuah keluarga tentang ikhlas itu.

Pada suatu hari keluarga tersebut memiliki 3 orang anak ( sebelum anak ke 4 melahirkan ) singkat cerita anak pertama kuliah dikesehatan, anak kedua masih SMA, dan anak ke 3 masih SD, setelah itu anak pertama kuliah di propinsi dan tidak selesai itu kuliahnya, ayahnya marah dan ibu bersabar aja, dan di lanjutkan kuliah dikampung halaman, dan akhirnya pindah ke kampung anak pertama dimana disinilah dimulai ujiannya.

Setelah anak ke 3 pindah ke kampung halaman, anak ke 3 tersebut dimarahin habis-habisan dan setelah itu anak 3 kuliah dengan rutin, tapi yang lebih paranya anak ke 3 tersebut setiap pagi anak ke 3 bangun kesingan dan di siramin pakai air bangunnya, tetapi anak ke 3 ini tidak melawan dan tetap sabar ( itu hampir berlangsung setiap hari ), dan apa bila pulang kuliah selalu dimarahin dan tetap sabar dan anak ke 3 ini tidak dendam malah dia sayang dengan ayahnya, malah dia sayang dengan ayah nya, karea itu ternyata ditanam dalam hidupnya setelah ibunya bilang, jangan melawan ayah ya nak, sampai anak ke 3 menikah disitulah akhir dari kemarahan ayah nya tersebut.

Dan buat ke ikhlasan ini menyambung dari ibu dari anak diatas seorang ibu yang berkeja keras mencari uang dan ayah nya kadang tidur kadang ke kebun, ketika marah-marahan ayah dan ibu sering tidak sapaan sampai 1 minggu dan dalam satu minggu itu kerjaan ayahnya tidur dan cuman dirumah saja, dan sampailah puncak kemarahan si ibu, sebenarnya tidak marah cuman bias diibaratkan kesal, dimana si ayah mau menikah lagi, sekian lama si ibu menahan dan sabar,dan timbullah keihklasan dalam hati si ibu tersebut bahwa, kalau si ayah mau menikah silahkan, disitulah yang namanya ikhlas.

Sekian dari saya, moga ada manfaatnya bagi kalian, terimahkasih.

ASPEK KEUANGAN

  1. PENGERTIAN ASPEK KEUANGAN

Investasi yang dilakukan dalam berbagai bidang bisnis (usaha)n sudah barang tentu memerlukan sejumlah modal (uang),di samping keahlian lainnya. Modal yang digunakan untuk membiayai suatu bisnis, mulai dari biaya prainvestasi, biaya investasi dalam aktiva tetap, hingga modal kerja.

Untuk memenuhi kebutuhan investasi, modal dapat dicari dari berbagai sumber dana yang ada. Sumber dana yang dicari dapat dipilih, apakah dengan cara menggunakan modal sendiri atau modal pinjaman (modal asing). Penggunaan masing-masing modal tergantung dengan tujuan penggunaan modal, jangka waktu serta jumlah yang diinginkan perusahaan. Masing-masing modal memiliki keuntungan dan kerugian. Hal ini dapat dilihat dari segi biaya, waktu, persyaratan untuk memperolehnya, dan jumlah yang dapat dipenuhi.

Masalah yang perlu memperoleh perhatian berkaitan dengan perolehan modal adalah masa pengembalian modal dalam jangka waktu tertentu. Tingkat pengembalian ini tergantung dari perjanjian dan estimasinkeuntungan yang diperoleh dari masa-masa mendatang. Estimasi keuntungan diperoleh dari selisih pendapatan dengan biaya dalam suatu periode tertentu. Besar kecilnya keuntungan sangat berperan dalam pengembalian dana suatu usaha. Oleh karena itu, perlu dibuatkan estimasi pendapatan dan biaya sebelum usaha dijalankan. Semua itu tentunya menggunakan asumsi-asumsi tertentu yang akhirnyaa akan dituangkan dalam aliran kas (cash flow) perusahaan selama periode usaha.

Dengan dibuatnya aliran khas perusahaan, kemudian dinilai kelayakan investasi tersebut melalui kriteria kelayakan investasi. Tujuannya adalah untuk menilai apakah investasi ini layak atau tidak dijalankan dilihat dari aspek keuangan. Alat ukur untuk menentukan kelayakan suatu usaha berdasarkan kriteria investasi dapat dilakukan melalui pendekatan payback Periode (PP), Average Rate of Return (ARR), Net Present Value (NPV), Iternal Rate of Return (IRR), Profitability Index (PI), dan Break Event Point.

Khusus bagi perusahaan yang sudah ada sebelumnya dan hendak melakukan ekspansi atau perluasan usaha, penilaian dapat pula dilakukan dari laporan keuangan yang dimilikinya. Laporan keungan yang dinilai biasanya adalah neraca dan laporan laba/rugi untuk beberapa periode. Metode penilaian yang digunakan adalah dengan meggunakan rasio-rasio keuangan tertentu seperti rasio likuiditas, rasio leverage, rasio aktivitas, rasio rentabilitas, serta rasio keuangan lainnya.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa aspek keuangan merupakan aspek yang digunakan untuk menilai keuangan perusahaan secara keseluruhan. Aspek ini sama pentingnya dengan aspek lainnya, bahkan ada beberapa pengusaha menganggap justru aspek inilah yang paling utama untuk dianalisis karena dari aspek ini tergambar jelas hal-hal yang berkaitan dengan keuntungan perusahaan, sehingga merupakan salah satu aspek yang sangat penting untuk diteliti kelayakannya.

Secara keseluruhann penilaian dalam aspek keuangan meliputi hal-hal seperti :

  1. Sumber-sumber dana yang akan diperoleh.
  2. Kebutuhan biaya investasi.
  3. Estimasi pendapatan dan biaya investasi selama beberapa periode termasuk jenis-jenis dan jumlah biaya yang dikeluarkan selama umur investasi.
  4. Proyeksi neraca dan laporan laba/rugi untuk beberapa periode
  5. Kriteria penilaian investasi.
  6. Rasio keuangan yang digunakan untuk menilai kemampuan perusahaan.
  1. KOMPONEN BIAYA ANGGARAN

Untuk mendanai suatu kegiatan investasi, maka biasanya diperlukan dan ayang relatif cukup besar. Perolehan dana dapat dicarin dari berbagai sumber dana yang ada seperti dari modal sendiri atau dari modal pinjaman atau keduanya. Pilihan apakah menggunakan modal sendiri atau modal pinjaman atau modal gabungan dari keduanya tergantung dari jumlah modal yang dibutuhkan dan kebijakan pemilik usaha. Pertimbangannya tidak lain adalah untung ruginya jika menggunakan salah saatu modal atau dengan modal gabungan.

Setelah jumlah dana yang dibutuhkan diketahui, selanjutnya yang perlu ditentukan adalah dalam bentuk apa dana tersebut didapat, yang jelas, yang akan dipilih adalah sumber dana yang mempunyai biaya paling rendah dan tidak menimbulkan masalah bagi perusahaan.

Penggunaan kedua jenis modal baik untuk modal investasi maupun untuk modal kerja jelas berbeda. Dilihat dari segi sumber asalnya, modal dibagi dua macam, yaitu :

  1. Modal Asing (Modal Pinjaman)

Modal asing atau modal pinjaman merupakan modal yang diperoleh dari pihak luar perusahaan dan biasanya diperoleh secara pinjaman. Menggunakan pinjaman untuk membiayai suatu usaha akan terkena beban biaya, yaitu biaya administrasi, provisi, dan komisi, serta bunga yang besarnya relatif. Kemudian adanya kewajiban untuk mengembalikan pinjaman setelah jangka waktu tertentu sesuai perjanjian sebelumnya. Perolehan modal asing juga relatif sulit karena diperlukan syarat-syarat tertentu sesuai dengan kebijakan pemilik dana.

Keuntungan modal pinjaman adalah jumlahnya yang relatif tidak terbatas, artinya tersedia dalam jumlah banyak. Disamping itu dengan mengguynakan modal pinjaman biasanya timbul motivasi dari pihak manajemen untuk sungguh-sungguh mengejakan usaha yang dijalankan.

Sumber dana modal asing dapat diperoleh antara lain dari :

  1. Pinjaman dari dunia perbankan.
  2. Pinjaman dari lembaga keuangan seperti perusahaan modal ventura, asuransi, leasing, dana pensiun, atau lembaga keuangan lainnya.
  3. Pinjaman dari perusahaan nonbank.
  4. Modal Sendiri

Modal sendiri adalah modal yang diperoleh dari pemilik perusahaan dengan cara mengeluarkan saham baik secara tertutup atau terbuka. Tertutup artinya hanya dari kalangan internal pemilik saham sebelumnya, sedangkan terbuka dengan menjual saham kepada masyarakat luas.

Keuntungan menggunakan modal sendiri untuk membiayai sesuatu usaha adalah tidak adanya beban bunga seperti modal pinjaman. Perusahaan hanya berkewajiban membayar deviden.

Perolehan dana dari modal sendiri biasanya berasal dari :

  1. Setoran dari pemegang saham.
  2. Dari cadangan laba ;atau
  3. Dari laba yang belum dibagi.
  1. PENYUSUNAN ANGGARAN INVESTASI

Investasi adalah penanaman modal dalam suatu kegiatan yang memiliki jangka waktu relatif panjang dalam berbagai bidang usaha. Jangka waktu investasi biasanya lebih dari satu tahun, terutama digunakan untuk pembelian aktiva tetap.

Komponen yang terkandung dalam biaya kebutuhan investasi biasanya disesuaikan dengan jenis usaha yang dijalankan. Secara garis besar biaya kebutuhan investasi meliputi : biaya prainvestasi, biaya aktiva tetap, dan biaya operasi.

Secara umum komponen biaya kebutuhan investasi adalah sebagai berikut :

  1. Biaya prainvestasi terdiri dari :
  2. Biaya pembuatan studi
  3. Biaya pengurusan izin-izin
  4. Biaya pembelian aktiva tetap seperti :
  5. Aktiva tetap berwujud antara lain : tanah, mesin-mesin, bangunan, perlatan, inventaris kantor dan aktiva berwujud lainnya.
  6. Aktiva tetap tidak berwujud antara lain : goodwill, hak cipta, lisensi, dan merk dagang
  7. Biaya operasional yang terdiri dari:
  8. Upah dan gaji karyawan
  9. Biaya listrik
  10. Biaya telepon dan air
  11. Niaya pemeliharaan
  12. Pajak
  13. Premi asuransi
  14. Biaya pemasaran, dan
  15. Biaya-biaya lainnya.

Sumber pembiayaan untuk memenuhi kebutuhan investasi dapat digunakan modal sendiri atau modal pinjaman atau kombinasi dari keduanya. Pembiayaan untuk membeli aktiva tetap biasanya bersumber dari pinjaman jangka panjanga, hal ini disebabkan aktiva tetap digunakan dalam jangka waktu relatif panjang pula, sehingga pengembalian pinjamannya pun dapat dilakukan secara jangka panjang. Adapun untuk biaya operasional biasanya digunakan pinjaman jangka pendek.

  1. ARUS KAS (CASH FLOW)

Cash Flow merupakan arus kas atau aliran kas yang ada di perusahaan dalam suatu periode tertentu. Cash flow menggambar beberapa uang yang masuk ke perusahaan dan jenis-jenis pemasukan tersebut. cash flow juga menggambarkan berapa uang yang keluar serta jenis-jenis biaya yang dikeluarkan.

Laporan perubahan kas (cash flow statement) disusun untuk menunjukkan perubahan kas selama satu periode tertentu serta memberikan alasan mengenai perubahan kas tersebut dengan menunjukkan dari mana sumber-sumber kas dan penggunaan-penggunaannya. Pada saat kita menganalisis perkiraan arus kas di masa datang, kita berhadapan dengan ketidakpastian. Akibatnya, hasil perhitungan diatas kertas itu dapat menyimpang jauh dari kenyataannya. Ketidakpastian itu dapat menyebabkan berkurangnya kemampuan untuk development proyek tersebut dalam beroperasi untuk menghasilkan laba bagi perusahaan.

Jenis-jenis cash flow yang dikaitkan dengan suatu usaha terdiri dari :

  1. Initial cash flow atau lebih dikenal kas awal yang merupakan pengeluaran pada awal periode untuk investasi
  2. Operasional cash flow merupakan kas yang diterima atau dikeluarkan pada saat operasi usaha.
  3. Terminal cash flow merupakan uang kas yang diterima pada saat usaha tersebut berakhir.
  1. KRITERIA PENILAIAN INVESTASI

Seperti sudah dijelaskan sebelumnya bahwa untuk menentukan layak tidaknya suatu investasi ditinjau bdari aspek keuangan perlu dilakukan dapat diukur dengan beberapa kriteria. Setiap penilaian layak diberikan nilai yang standart untuk usaha yang sejenis dengan cara membandingkan dengan rata-rata industri atau target yang telah ditentukan.

Adapun kriteria yang biasa digunakan untuk menentukan kelayakan suatau usaha atau investasi adalah :

  1. Payback Period (PP)
  2. Average Rate of Return (ARR)
  3. Net Present Value (NPV)
  4. Iternal Rate of Return (IRR)
  5. Profitability Index (PI)
  6. Serta berbagai rasio keuangan seperti rasio likuiditas, solvabilitas, aktivitas, dan profibilitas. Penggunaan rasio ini sebaiknya digunakan atas pemberian pinjaman kepada usaha yang sudah pernah berjalan sebelumnya atau sedang berjalan.
  1. RASIO-RASIO KEUANGAN

Terkait dengan studi kelayakan bisnis, laporan keuangan digunakan untuk menilai perusahaan yang sudah berjalan beberapa periode. Tujuananya adalah untuk menilai apakah layak usaha baru tersebut dibiayai dan berapa besar pembiayaan yang dibutuhkan. Dari laporan keuangan ini juga tergambar kinerja manajemen masa lalu yang sekaligus merupakan gambaran kinerja kedepan. Laporan yang disajikan akan dinilai melalui rasio-rasio keuangan yang ada, sehingga akan mengetahui kondisi keuangan perusahaan yang sesungguhnya.

Dalam praktiknya, pembuatan laporan keuangan ditujukan untuk memnuhi kepentingan berbagai pihak di samping pihak manajemen dan pemilik perusahaan itu sendiri. Masing-masing pihak memiliki kepentingan dan tujuan tersendiri terhadap laporan keuangan yang diberikan oleh perusahaan.

Adapun pihak yang berkepentingan terhadfap laporan keuangan perusahaan sebagai berikut :

  1. Kreditur
  2. Pemegang Saham
  3. Pemerintahan
  4. Manajemen
  5. Karyawan

Jenis-jenis Laporan Keuangan, Laporan keuangan yang disajikan haru sesuai dengan pedoman yang telah ditetapkan. Artinya laporan keuangan dibuat sesuai dengan standart yang telah ditentukan

  1. Neraca

Neraca merupakan laporan yang menunjukkan posisi keuangan perusahaan paa tanggal tertentu. Posisi keuangan dimaksudkan adalah posisi aktiva (harta) dan pasiva (kewajiban dan ekuitas) suatu perusahaan.

  1. Laporan Laba/Rugi

Laporan Laba/Rugi merupakan laporan keuangan yang menggambarkan hasil usaha dalam suatu periode tertentu

  1. Laporan Arus Kas

Laporan arus kas merupakan laporan yang menunjukkan semua aspek yang berkaitan dengan kegiatan prusahaan, baik yang berpengaruh langsung atau tidak langsung terhadap kas.

  1. PROYEKSI NERACA DAN LAPORAN LABA/RUGI

Disamping membuat cash flow prusahaan juga diminta untuk membuat proyeksi laporan keuangannya utnuk beberapa periode (biasanya seumur proyek) proyeksi laporan keuangan yang dibuat adalah neraca dan laporan laba/rugi.

Dari proyeksi neraca yang akan tergambar berapa harta perusahaan, baik harta lancar, harga tetap, atau harga lainnya. Kemudian juga akan tergambar berkewajiban baik jangka pendek maupun jangka panjang serta modal yang dimiliki dari periode akan tergambar apakah ada perubahan dan kalau ada pos-pos apa saja yang berubah, sehingga dapat dianalisis mengapa terjadi perubahan.

Untuk lebih memahami neraca dan laporan laba/rugi ada baiknya kita mengulang kembali pengertian dan komponen-komponenapa saja yang terdapat dalam dua laporan keuangan yaitu neraca (Income Statement) dan Laporan laba/rugi.

  1. PENGUKURAN DENGAN RASIO KEUANGAN

Agar laporan keuangan yang disajikan dapat diartiksn dari angka-angka yang ada di laporan keuangan, maka perlu dianalisis. Alat analisis yang dapat digunakan adalah rasio-rasio keuangan.

Rasio keuangan merupakan suatu cara yang membuat perbandingan data keuangan perusahaan sehingga menjadi berarti. Rasio keuangan menjadi dasar untuk menjawab beberapa pertanyaan penting mengenai keadaan keuangan suatu perusahaan.dengan menganalisis laporan keuangan yang menggunakan alat-alat ukur melalui rasio keuangan, maka seorang manajer bisa mengambil keputusan mengenai keuangan perusahaan untuk masa yang akan datang.

Kriteria unuk menentukan apakah posisi keuangan suatu perusahaan sehat atau tidak dapat diklasifikasikan menjadi lima macam rasio keuangan (Warsono, 2003:32) yaitu:

  1. Rasio Likuiditas

Rasio-rasio likuiditas (liquidity ratio) adalah suatu rasio keuangan yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban-kewajiban jangka pendeknya. Rasio ini terdiri dari:

  1. Current Ratio yaitu membandingkan antara total aktiva lancar dengan kewajiban lancarnya.
  2. Quick Ratio yaitu dihitung dengan mengurangkan persediaan dari aktiva   lancar dan kemudian membaginya dengan kewajiban lancar
  3. Rasio Akivitas

Rasio aktivitas adalah rasio keuangan yang mengukur bagaimana perusahaan secara efektif mengelola akiva-aktivanya. Rasio ini digunakan untuk melihat seberapa besar tingkat aktiva tertentu yang diiliki perusahaan. Rasio aktivitas dapat diukur dengan rasio inventori turnover/ ITO dan perputaran aktiva total (Total asset turnover/ TATO)

  • ITO yaitu dihitung dengan membagi penjualan dengan persediaan
  • Total asset turnover mengukur perputaran dari semua aset perusahaan dan dihitng dengan cara membagi penjualan dengan aktiva total.
  1. Rasio Leverage / rasio Solvabilitas

Rasio leverage adalah rasio keuangan yang digunakan untuk mengukur hingga sejauh mana aktivitas operasionl perusahaan dibiayai oleh hutang. Rasio leverage dapat menggunakan dua ukuran, yaitu rasio utang terdapat ekuitas (debt to equity ratio / DER)

  • DR (Debt ratio) mngukur prosentase dana yang disediakan oleh kreditur terhadap aktiva total yang dimiliki perusahaan.
  • DER diukur dengan cara mebandingkan antara utang jangka panjang (long term debt) perusahaan dengan modal ekuitas (stock equity)
  1. Rasio Profitabilitas

Rasio profitabilitas mengukur seberapa besar kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan.

Untuk megukur profitabilitas suatu perusahaan dapat dilakukan dengan lima macam rasio, yaitu gross profit margin, net operating profit mrgin, net profit margin, return on investmen, return on equity.

  • Gross profit margin merupakan perbandingan antara laba kotor dengan penjualan.
  • Net operating profit margin merupakan rasio perbandingan antara laba operasi bersih (earning before interest and taxes / EBIT) dengan penjualan.
  • Margin laba bersih (Net profit margin) merupakan rasio perbandingan antara leba bersih Setelah pajak (earning after taxes / EAT).
  • Rasio pengembalian atas ekuitas (ROE) mrupakan perbandingan antara laba tersedia bagi para pemegang saham biasa (EACS), dengan ekuitas saham (modal saham biasa).

KESIMPULAN

  1. Tujuan menganalisis aspek keuangan dari suatu studi kelayakan bisnis adalah untuk menentukan rencana investasi melalui perhitungan biaya dan manfaat yang di harapkan dengan membandingkan antara pengeluaran dan pendapatan.
  2. Secara keseluruhann penilaian dalam aspek keuangan meliputi hal-hal seperti :
  3. Sumber-sumber dana yang akan diperoleh.
  4. Kebutuhan biaya investasi.
  5. Estimasi pendapatan dan biaya investasi selama beberapa periode termasuk jenis-jenis dan jumlah biaya yang dikeluarkan selama umur investasi.
  6. Proyeksi neraca dan laporan laba/rugi untuk beberapa periode
  7. Kriteria penilaian investasi.
  8. Rasio keuangan yang digunakan untuk menilai kemampuan perusahaan
  9. Dilihat dari segi sumber asalnya, modal dibagi dua macam, yaitu :
  10. Modal asing atau modal pinjaman merupakan modal yang diperoleh dari pihak luar perusahaan dan biasanya diperoleh secara pinjaman.
  11. Modal sendiri adalah modal yang diperoleh dari pemilik perusahaan dengan cara mengeluarkan saham baik secara tertutup atau terbuka.
  12. Secara umum komponen biaya kebutuhan investasi adalah sebagai berikut :
  13. Biaya prainvestasi terdiri dari : Biaya pembuatan studi dan Biaya pengurusan izin-izin
  14. Biaya pembelian aktiva tetap seperti : Aktiva tetap berwujud dan Aktiva tetap tidak berwujud.
  15. Biaya operasional yang terdiri dari: Upah dan gaji karyawan, Biaya listrik, Biaya telepon dan air, biaya pemeliharaan, Pajak, Premi asuransi, Biaya pemasaran, dan Biaya-biaya lainnya.
  16. Jenis-jenis cash flow yang dikaitkan dengan suatu usaha terdiri dari :
  17. Initial cash flow.
  18. Operasional cash flow.
  19. Terminal cash flow.
  20. Adapun kriteria yang biasa digunakan untuk menentukan kelayakan suatau usaha atau investasi adalah :
  21. Payback Period (PP)
  22. Average Rate of Return (ARR)
  23. Net Present Value (NPV)
  24. Iternal Rate of Return (IRR)
  25. Profitability Index (PI)
  26. Serta berbagai rasio keuangan seperti rasio likuiditas, solvabilitas, aktivitas, dan profibilitas.
  27. Analisis rasio keungan dan jenis-jenisnya sbb:
  28. Rasio Likuiditas
  29. Rasio Akivitas
  30. Rasio Leverage / rasio Solvabilitas
  31. Rasio Profitabilitas